SONNYTV.NET, Bungo – Peredaran uang palsu (upal) kembali muncul di Kota Bungo. Sejumlah pedagang kaki lima menjadi sasaran empuk para pembeli yang mengunakan uang palsu tersebut.

Seperti yang dialami seorang pedagang kaki lima yang berjualan manisan tepatnya di depan Toko Toeserba bernama Lili (44). Dia menjadi korban peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu saat menjajakan di kawasan Sungai Pinang, pada Sabtu petang (24/7/2021).


Saat dikonfirmasi, Lili mengaku baru menyadari uang yang diterimanya dari pelaku pada saat menghitung hasil jualannua.

“Saya baru tahu kalau itu (uang,Red) palsu itu ketika saya menghitung pendapatan jualan saya hari ini, salah satu uang 100 ribu beda dengan yang lainnya” ungkapnya.

Dia menceritakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu dia sedang berjualan manisan dan minyak eceran seperti biasa di kawasan sungai pinang.

Ketika itu datang seorang pemuda kisaran umur 26 tahun dengan ciri-ciri tubuhnya tinggi besar datang dengan menggunakan sepeda motor.

“Ciri-cirinya, kelihatanya seperti masih muda. Dia pakai motor besar memakai baju hitam dan celana levis,” terangnya.

Usai datang, lebih lanjut pemuda ini membeli minyak premium ditoko nya Rp20 ribu. Saat memesan pemuda ini mengajak korban ngobrol dengan alibi agar korban tidak begitu fokus dengan uang yang diterima nya saat membeli.

’’Saat itu dia beli minyak bensin Rp20 ribu. Modusnya saat dia kasih uang 100 ribu itu, langsung mengajak saya ngobrol banyak la yang ia tanyakan sampai ia tanya kemana arah jalan mau ke Bangko se ingat saya, mungkin itu modusnya jadi saya tidak curiga sama sekali dengan uang yang saya terima itu,”jelas Lili.

Lili kembali mejelaskan uang tersebut diduga palsu karena ciri-cirinya berbeda jauh dengan uang asli. Mulai dari teksturnya yang lebih halus dari uang asli. Hal ini juga telihat dari kertasnya yang lebih tipis dan mudah lecek. Selain itu juga tak tampak pita benang yang melintang di kertas uang.

“Yang paling membedakan itu, tidak ditemukan gambar tokoh ketika uang tersebut diterawang di bawah cahaya.”kata Lili.

Tim Redaksi SONNYTV.NET, mengajak masyarakat lebih Kewaspadaan terhadap uang palsu, masyarakat wajib tau. Hal yang dapat di lakukan adalah dengan menerapkan teknik 3D, yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang. Teknik ini telah cukup lama diperkenalkan dan digalakkan oleh pemerintah sebagai tindakan pertama dalam mengecek uang palsu.

Reporter : STV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here