Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda, Ini Sejarah Jamu Masuk UNESCO

SONNYTV.NET, Yogyakarta – UNESCO resmi menetapkan jamu Indonesia ke dalam daftar warisan budaya takbenda. Di sana tercatat sebagai Budaya Jamu Sehat (Jamu Wellness Culture) yang masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity (ICH) UNESCO

Penetapan jamu sebagai warisan budaya takbenda asal Indonesia ke-13 itu berlangsung lewat forum UNESCO yang digelar Rabu (6/12/2023) kemarin. Dalam forum sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO di Kasane, Republik Botswana. dihadiri secara daring oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Dikenalnya jamu sebagai warisan budaya takbenda diharapkan dapat semakin dikenal dunia sebagai minuman tradisional yang menyehatkan.

Namun bagaimana jamu Indonesia bisa masuk UNESCO?

Dikutip dari sejumlah sumber, jamu sebelumnya diajukan Indonesia ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Tentu saja ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi, misalnya dengan riset yang pernah dilakukan Jamupedia, lembaga pengarsipan Budaya Sehat Jamu sejak pertengahan 2021.

Dalam riset itu, Jamupedia melibatkan sejumlah pelaku Budaya Sehat Jamu, misalnya dari pembuat jamu, penjual jamu gendong, dan konsumen yang sering mengonsumsinya.

Riset yang dilakukan Jamupedia itu berlangsung di kawasan DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga DKI Jakarta.

Wajar saja bila saat ini jamu dimasukkan dalam daftar warisan budaya takbenda, jamu punya sejumlah khasiat termasuk pengobatan tradisional. Jamu bahkan sudah dikonsumsi sejak nenek moyang hingga sekarang.

Dalam pengobatan tradisional, jamu dipercaya masyarakat Indonesia untuk memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan pascasakit, hingga pengobatan penyakit.

Untuk diketahui, jamu berasal dari bahasa Jawa kuno, yakni jampi atau dikatakan juga usodo. Jampi berarti penyembuhan menggunakan ramuan dari obat dan doa.

Berikut ini adalah daftar warisan budaya takbenda UNESCO yang berada di Indonesia:

Wayang (2008)

Keris (2008)

Batik (2009)

Pendidikan dan Pelatihan Membatik (2009)

Angklung (2010)

Tari Saman (2011)

Noken (2012)

Tiga Genre Tari Bali (2015)

Kapal Pinisi (2017)

Tradisi Pencak Silat (2019)

Pantun (2020)

Gamelan (2021)

Budaya Sehat Jamu (2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *