SONNYTV.NET, Bungo – Akibat jalan di portal oleh masyarakat, pihak PT. Surya Anugrah Sejahtera (SAS) dan PT. Dabara melayangkan surat perintah kepada koperasi Jasa Pandan Bara Mandiri untuk membuka portal jalan batu bara agar aktivitas tetap berjalan seperti biasa di Dusun Rantau Pandan.

Koordinator PT. SAS H. Tamsil dikonfirmasi mengatakan, ada beberapa poin tuntutan masyarakar terkait portal jalan yang biasa dilewati perusahaan. Sudah beberapa kali dilakukan mediasi namun belum ada keputusan.

“Kami juga bingun kenapa jalan diportal padahal selama ini perusahaan berbuat untuk masyarakat sekitar. Mulai dari CSR bantuan sosial dan juga untuk para guru ngaji. Namun, seiring berjalan ada oknum tertentu diduga memprovokasi sekelompon warga untuk memportal jalan,” ucap Tamsil.

Dikatakan, pada dasarnya perusahaan terus berupaya agar kepedulian kepada masyarakat setempat tetap dipenuhi dari tahap demi tahap. Karena segala sesuatu ada aturannya jadi pihaknya juga tidak lepas tangan begitu saja dengan kondisi yang ada di wilayah tambang.

“Untuk penyerapan tenaga kerja sudah 60 persen yang direkrut oleh PT. SAS dan PT. Dabara bagi masyarakat sekitar tentu yang kita butuhkan sesuai kompetensi yang dimiliki oleh calon pekerja. Tidak menutup kemungkinan junlah tersebut bi saja bertambah,”katanya.

Melihat kondisi seperti itu, maka sebagai mitra Perusahaan diterbitkan surat ke Koperasi Jasa Pandan Mandiri membuka portal jalan yang dilalui mobil batu bara milik perusahaan. Kalau mobil tak jalan maka perusahaan bisa merugi, karena sejak bulan April 2021 jalan di portal.

“Setelah surat kami sampaikan kepada koperasi jasa pandan mandiri sebagai mitra perusahaan maka jalan tersebut langsung dibuka portalnya. Setelah itu, ada beberapa mobil yang bisa lewat. Ini kalau terus dibiarkan maka bisa rugi perusahaan,”tambahnya.

Dijelaskan, selama ini perusahaan sudah memikirikan masyarakat setempat. Tak itu saja berbagai program lewat koperasi akan memudahkan perusahaan dalam menyalurkan CSR dan bantuan lainnya.

“Kedepan program pro rakyat terus kita upayakan, sehingga keberadaan koperasi jasa pandan mandiri benar-benar bisa menjadi wadah penyambung lidah dari perusahaan kepada masyarakat. Tentu semua dilakukan secara bertahap,”tutup Tamsil.

Sementara Ketua Koperasi Jasa Pandan Mandiri Son Herisno menyebutkan apa yang sudah dilakukan anggota koperasi sudah sesuai surat perintah dari PT SAS dan PT Dabara untuk membuka portal jalan agar bisa beraktivitas seperti biasa.

“Setelah portal jalan kami buka, barulah sekelompok yang mengatas nama warga tidak terima kalau portal jalan dibuka. Sebagai mitra kami menjalankan tugas agar perusahaan berjalan seperti biasa, “kata Son.

Tapi anehnya kata Son permasalahan itu sudah mengarah ke diri pribadi anggota koperasi. Seperti rekannya, diusir dari Rantau Pandan, padahal orangtua yang bersangkutan bapaknya warga Rantau Pandan. Memang ibunya keturunan minang, tapi mereka sudah puluhan tahun di sana.

“Selain anggota kami yang diusik, saya juga mendapat perlakuan yang sangat tidak adil. Kok gara-gara portal dibuka kandang ayam sata yang dihancurkan. Pasahal usaha itu, sudah bertahun-tahun dijalankan kenapa baru sekarang ingin merusamnya,”kata dia.

Sebut Son, atas kejadian itu maka kasus pengrusakan kandang ayam miliknya itu dilaporkan ke pihak berwajib. Sesuai laporan, nomor STPP/154/V/ 2021/ SPKT/ Res Bungo. Karena sekolompok warga itu sudah menyerang ke pribadinya.

Semua saksi dilapangan ada siapa yang provokasi pengrusakan kadang ayam mikinya. Semua yang dijalankan sesuai perintah perusahaan karena mitra jadi tugas itu dilaksanakan sesuai perintah.

“Kerugian akibat kandang ayam dirusak mencapai Rp 37.10.5000. Saya berharap kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Kami berharap polisi mengusut tuntas siapa pelaku dan dalam semua ini,” tutupnya.

Reporter : STV


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here